Kakek kaya mempunyai 7 istri bertopeng Winnie the Pooh

Kakek 'Winnie the Pooh'

Sekelebet.info - Beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah foto kakek yang di sebar pada akun facebook teman saya yang menyatakan bahwa ada seorang kakek sebatang kara dan dia bekerja sebagai penghibur anak-anak dengan kondisi yg sakit-sakitan (Stroke). Namun beberapa hari kemudian saya membaca sebuah artikel yang membahas tentang kakek tersebut adalah orang kaya yang mempumai 7 istri dan berdalih stroke untuk membuat orang iba terhadap dirinya. 

Berikut ulasan yang saya baca dari situs merdeka.com.

Perjuangan kakek Suaedi (75), warga Mojokerto mencari nafkah dengan memakai kostum Winnie the Pooh dan mengaku stroke, membuat banyak pihak iba. Tidak sedikit yang menangis hingga akhirnya memberi uang. Kakek Suaedi sehari-hari 'bekerja' di dekat Lippo Mall Sidoarjo, Jawa Timur.

"Saya pernah ngasih Rp 50 ribu. Karena dari wajahnya terlihat memang memelas, karena wajahnya memang tidak ditutup. Apalagi dia menuntun anak kecil, kira-kira usianya lima sampai enam tahunan," kata warga Sidoarjo, Sony saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (16/6).

Kisah hidup kakek Suaedi awalnya diketahui dari informasi pendengar salah satu stasiun radio lokal di Surabaya. Dari situ, jalan hidup kakek Suaedi yang mengaku hanya sebatang kara, banyak mengundang rasa kasihan.

Tetapi, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur membongkar fakta bahwa yang ditunjukkan Suaedi selama ini hanya modus, dan pura-pura saja.

Di hadapan petugas, Suaedi mengaku rela melakoni pekerjaan dengan berkostum badut agar banyak orang kasihan, dan dirinya mendapat uang lebih banyak dari sekadar mengemis.

Selama 'bekerja', Suaedi mengaku menderita sakit stroke. Dengan dalih itu, meski sakit, dia berusaha mencukupi kebutuhan hidupnya menjadi badut, berharap belas kasih orang. Dengan berkostum beruang kuning yang nampak kusam itu, Suedi bisa mengantongi Rp 500 ribu setiap harinya.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Sidoarjo Husni Tamrin akhirnya memerintahkan petugas membawa Suaedi agar dirawat di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidoarjo, Jalan Sidokare.

Hasil investigasi Liponsos, ternyata Suaedi adalah warga Mojokerto bukan Gresik dan memiliki rumah mewah dengan tujuh istri serta lima anak. Si kakek juga tidak menderita stroke seperti dikabarkan banyak media.

"Setelah kita cek kesehatannya, dia enggak sakit. Senin kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, dia kita pulangkan. Sesuai KTP-nya, dia warga Mojokerto. Dia kita serahkan ke Dinsos Mojokerto. Dia juga dijemput satu dari lima anaknya," kata petugas yang ikut mendampingi Suaedi, Dayat pada merdeka.com di Kantor Liponsos, Sidoarjo, Selasa (16/6).

Dayat mengungkapkan, Suaedi bahkan rela tidak pulang menemui istri dan anaknya jika penghasilan hariannya tidak mencapai Rp 500 ribu.

"Hasil dari menjadi badut, dia bisa mendapat Rp 500 ribu per hari, ini dari pengakuannya sendiri. Dia bilang kalau sehari tidak dapat (Rp 500 ribu) itu, dia tidak akan pulang," tutur Dayat.

Disahuti petugas lain sambil tersenyum geli. "Dari hasil itu, dalam satu tahun dia bisa membeli rumah di Mojokerto, beli motor Yamaha Vixion dan motor matik. Istrinya saja ada tujuh. Katanya istri saya cuma tujuh saja. Cuma tujuh. Loh ini bener dari pengakuannya sendiri," katanya tersenyum geli menirukan keterangan Suaedi.

"Memang kemarin dia mengaku istrinya ada tujuh. Waktu kita bawa kemarin, kan bukan hanya Suaedi, tapi istri ketujuhnya juga kita bawa. Entah istri-istrinya yang lain meninggal atau cerai, kita tidak tahu. Yang jelas, dia bilang istrinya tujuh," kata Dayat lagi.

Jadi, masih menurut keterangan Dayat, saat Suaedi dibawa petugas Liponsos Sidoarjo pada Minggu kemarin, tiba-tiba seorang perempuan mengaku anak Suaedi berlari menghampiri petugas, dan mengatakan masalah itu.

"Pertama dia mengaku anaknya, tapi setelah kita desak ternyata mengaku istri ketujuh Suadi. Namanya Karsih. Jadi, Karsih ini memang mengawasi Suaedi dari jauh setiap hari. Dia tidak ikut berpakaian badut. Tapi dalam tasnya ada dua pakaian badut," tandasnya.

Menurutnya, yang dilakukan Suaedi merupakan modus baru para pengemis untuk menarik simpati warga, demi mendapat uang.

"Ini sesuai pengakuannya sendiri. Jadi memang tidak seperti yang ramai diberitakan kemarin," kata Dayat.

Bisa dibayangkan, jika saban hari Suaedi bawa pulang rata-rata Rp 500 ribu, maka satu bulan penuh dia mengantongi Rp 15 juta. Setahun, dari hasil mengemis bermodus badut berpenyakitan Suaedi bisa untung Rp 180 juta.

Demikian yang tertera pada situs tersebut, saya sedikit kaget karena banyak berita simpang siur yang tersebar di sosial media. jadi kalian bisa simpulkan sendiri apa yang kakek itu lakukan? 


0 Response to "Kakek kaya mempunyai 7 istri bertopeng Winnie the Pooh"