FALSAFAH BUAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

FALSAFAH BUAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

FALSAFAH BUAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA


Jadilah jagung, jangan jambu monyet.
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet
memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.
Artinya: Jangan suka pamer.

Jadilah seperti pohon pisang.
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.
Artinya: Setia terhadap pasangan.

Jadilah seperti durian, jangan seperti kedondong.
Durian walaupun di luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi di dalamnya
lembut dan manis. Beda dengan kedondong, di luarnya mulus dan
mengkilat, tetapi di dalamnya ada biji yang berduri.
Artinya: Inner beauty.

Jadilah seperti bengkoang.
Bengkoang walaupun hidup dalam tanah dan kompos, tetapi umbinya tetap putih bersih.
Artinya: Jaga kesucian dalam bergaul

Jadilah seperti tandan petai, bukan tandan rambutan.
Tandan petai membagi makanan sama rata ke biji-biji petai-nya, semua seimbang, tidak seperti rambutan, ada yang kecil ada yang besar.
Artinya: Selalu bertindak adil.

Jadilah seperti cabai.
Cabai semakin tua, semakin pedas.
Artinya: Menjadi semakin tua = semakin bijaksana.

Jadilah seperti buah manggis.
Buah manggis bisa ditebak isinya dari bagian bawah buahnya.
Artinya: Jangan munafik.

(sumber: www.koelimaya.web.id)

Please like and share!

0 Response to "FALSAFAH BUAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA"