[Cerita Horor] KKN Berhantu Part 1

KKN Berhantu Part 1

Yang belum baca cerita awalnya bisa baca di

Hari / Malam – 1

Obrolan dengan irfan gw lanjut, sekaligus untuk menangkan hati gw. Disiang hari kita masih bisa tertawa, dimalam hari semua terasa sunyi, untuk ngobrol pun kita harus ngomong pelan-pelan. Seakan takut menggangu makhluk halus disekitar situ. Gw melihat kearah mereka yang lagi asik ngobrol dengan suara pelan, Eni hanya diam sambil maen HP yang ada ditangannya.

“Kalau dipikir mereka ini aneh vin” Kata irfan sambil masih tiduran

“Napa emang ?” Tanya gw

“Loe liat aja lokasi KKN sama jumlah kita, apalagi sekarang malah banyak ceweknya” Jelas irfan

“Bayangin aja, bisa apa mereka ditempat kayak gini ?, malah nyusahin kayaknya”

“Kalau jumlah cowok lebih banyak, mungkin gampang jalaninnya”

“Sekarang loe bayangin, bagaimana cara kita makan, terus masalah cas HP ?

“Masalah sinyal HP juga, provider gw ngak ada sinyal sama sekali”

“Terus kendaraan untuk ke kota beli barang mana?”

“Sekarang coba deh loe tanyain ke mereka”

“Jangan loe ngomong tinggal numpang badan doank” Jelas irfan mengakhiri omongannya

Mendengar penjelasan dari irfan, gw berpikir ada benarnya, selama ini gw hanya berpikir untuk terima jadi dan ngikutin kemauan mereka, tapi melihat kondisi dan lokasi KKN seperti ini, mau ngak mau gw harus ikut campur. Setelah cukup lama gw berpikir, gw pergi ke tempat mereka asik ngobrol. Gw bener-bener makan hati saat ada bir kaleng diatas meja, seolah-olah mereka pergi KKN untuk refreshing dan party. Mungkin rencana mereka mau ngadain pesta disini untuk perayaan hari pertama KKN, tapi gagal karena kondisi yang seperti ini. Dengan gw pasang muka ngak suka, gw duduk ditengah-tengah mereka, irfan ikut ngumpul tapi posisi berdiri didepan pintu sambil minum minuman kalengnya

“Coba sekarang semua diam ya, gw mau ngomong” Kata gw dengan Nada agak tinggi

“Pertama gw mau bahas masalah kita makan ini gimana, jelaskan salah satu dari kalian” lanjut gw

“Untuk masalah makan, kita beli dari masyarakat sini kak, mereka terima rupiah kok” Kata Selvi

“Bumbu pun mereka juga ada yang jual, meskipun ngak tiap hari” Lanjut Selvi

“Iya kak, seminggu sekali juga ada mobil jualan bahan pokok dari kota datang kemari” Kata Giska

“Terus nanti yang masak serahin sama ahlinya kak” Kata Siska dengan PD sambil nunjuk dirinya

“Dek, disini ngak ada kulkas dan listrik ya, terus makan kita sayur tok, daging ?” Kata gw agak sinis

“Kalau daging disini mereka keringkan kan, rasanya lumayan enak kok” Jawab Selvi

“_____”

“Oke deh, masalah makan bisa maklum gw” Kata gw sambil natap mereka satu persatu

“Sekarang kita bahas listrik gimana, mau ngecas HP, Laptop gimana ?” lanjut gw

Mereka hanya saling tengok setelah mendengar ucapan gw, seperti mereka juga ngak tahu kalau disini belum ada listrik masuk, gw alihkan pandangan gw ke irfan, dan irfan hanya mengangkat kedua pundaknya sambil tersenyum.

“Tadi barusan kita bahas kak, besok atau lusa kita akan kekota beli genset” Kata Siska baru ngomong

“Pakai uang kas ?, harga genset ngak murah lho dek” Kata gw dengan hati sedikit emosi

“Iya kak, nanti kalau emang kurang duit KKN, bisa kita diskusikan lagi” Kata Selvi

Disitulah gw udah gondok banget, tapi gw tetap nahan emosi, harga genset dikota gw aja yang standar sampai 4-5 juta, ngak kebayang kalau dikota kecil kayak gini. Baru pertama KKN udah keluar uang yang ngak sedikit, padahal proker belum berjalan satu pun. Akhirnya gw iya-in aja masalah listrik, gw ngak mau cari ribut dihari pertama.

“Sekalian beli stavol ya, tekanan daya listrik genset kalau langsung ke HP bisa rusak” Kata gw

“Jadi perlu stavol untuk menstabilkan listrik” lanjut gw lagi

“_____” Mereka hanya mengangguk-angguk

“Nah sekarang kita bahas masalah transportasi untuk ke kota, gimana?” Tanya gw

“Untuk transportasi sudah mas, saudara saya bisa minjamin mobil ke kita” Kata Anton

“Jadi nanti waktu beli genset, kita sekalian ambil mobil” Lanjut Anton

“Untuk awal kekotanya nanti kita bisa pinjam motor warga mas” Lanjut Anton lagi

“Oh ada saudara dikota tadi?” Tanya gw udah sedikit agak lega

“Ada mas, mereka juga yang bantu nyari desa yang kira-kira bisa buat KKN” Jelas Anton

“Ya tapi mobil tua mas, ngak bagus-bagus amat” Lanjut Anton lagi

“Oke fix ya masalah kendaraan” Kata gw

“Sekarang gw mau bahas masalah sinyal nih, sama sekali ngak ada kalau gw” Lanjut gw

“Sama kak semua juga ngak ada kok” Kata Selvi

“Eh kak, tadi saya ada sinyal tapi cuma 1, itu pun tadi waktu pergi kedaerah yang tinggi” Kata Eni si jilbab membawa angin surga ke gw

“Saya pakai Tel***sel kak, ya tapi sinyalnya sekarang ilang lagi” Kata Eni senyum ke gw

“Oh oke sip kalau gitu, yang penting ada meskipun 1” Kata gw senyum ke Eni

Mood gw langsung berubah saat ada nyeletuk pelan tentang gw, sepelan2nya nyeletuk kalau suasang sepi pasti bakal kedengaran

“Kayak artis aja, banyak panggilan, jadi sibuk” Celetuk Vina tentang gw sambil melipat tangannya

“Dah, biarin aja” Omong Putra pelan ke telingan Vina sambil senyum

Kaki anton menyenggol kaki putra untuk memberi kode kalau harus diam. Gw saat itu emosi banget, gw tatap mereka tajam, semakin gw tatap, semakin menjadi senyuman meremehkan gw. Hampir gw banting lampu petromax yang ada didepan gw, tapi irfan datang memegang dua pundak gw dengan kedua tangannya sambil memijat. Sedikit meredam emosi gw saat itu. Dihari pertama gw sudah mem-blacklist dua orang, gw berkata dalam hati ngak akan membantu mereka kalau ada apa-apa, dan gw ngak akan minta bantuan mereka kalau gw butuh sesuatu. Gw bisa maklum kalau mereka ngak suka sama gw karena gw sok pemimpin, alasan gw jelas untuk nyari tahu semua tentang KKN, karena ini program dikerjakan bersama, bukan individu. Meskipun ada sendiri program kerja individu, tapi kita tetap butuh bantuan yang lain untuk mengerjakan.

“gw kepikiran omongan pimpinan desa masalah rumah tadi” Kata Selvi membuka topik baru

“Iya apalagi suasananya ngeri kayak gini” Kata Siska dengan wajah takut

“Bener, dari tadi bulu kuduk gw naik terus, bikin merinding” Kata Vina lagi

Semua wajah berubah menjadi ekspresi ketakutan dan ngeri, seolah-olah sudah tahu mereka akan dihantui. Gw lihat wajah irfan senyum melihat mereka ketakutan, tapi gw malah ngeri lihat irfan yang lagi senyum.

“Ya mudah-mudahan mereka ngak ganggu kita” Kata Eni berusaha menangkan mereka

“Kalau kita ngak ganggu, mereka juga ngak ganggu kok” Lanjut Eni tersenyum

Melihat Eni mencoba menenangkan mereka, gw jadi juga agak tenang, tapi tak sampai disitu, ngak lama setelah omongan Eni, terdengar suara kaki diseret, suasana menjadi hening, senyuman yang terbuat dari kata-kata Eni menghilang gara-gara suara tersebut

“SREEEK” Suara kaki diseret terdengar

“SREEEK” Suara kaki mendekat

“SREEEK” Suara kaki terdengar sangat jelas didepan rumah

Gw melihat kearah mereka yang sudah merapatkan badan satu sama lainnya, gw menatap heran irfan karena masih bisa senyum melihat muka mereka dan muka gw kecut. Gw melihat kearah jendela yang tidak ada kacanya, karena memang terbuat dari kayu. Tanpa rasa takut irfan malah berjalan kedepan pintu. Dan disaat itu juga ada seorang bapak-bapak yang sedang megang clurit / arit lewat depan rumah. Kaki sebelah kanannya ngak bisa digerakkan, seperti kaku, jadi jalannya diseret. Rupa bapak tersebut ngak mengerikan, hanya berkumis dan berjenggot putih panjang.

“Malam pak” Kata irfan seperti menyapa seseorang

“_____” Bapak itu hanya tersenyum ke irfan

Melihat kejadian itu gw hampirin irfan yang sudah ada diteras rumah

“Dari mana pak ?” Tanya irfan lagi

“_____” Bapak tersebut menunjuk arah hutan sambil tersenyum

Setelah bapak tersebut menunjuk arah hutan, irfan membalas tersenyum. Tanpa berkata apa-apa bapak tersebut pergi meninggalkan kita. Saat itu gw ngak tahan dengan kaki diseretnya, karena menambah ngeri suasana malam itu. melihat bapak itu pergi, mereka yang didalam berubah ekspresi menjadi lega. Selvi & Siska menghampiri gw yang lagi ada diteras. Yang lain pamit untuk tidur duluan. Diluar kita lanjut ngobrol sambil duduk lesehan, lampu pertomax yang diruangan tadi gw bawa keluar

“Gila loe fan, sok berani loe” Kata gw mukul bahu irfan

“Iya nih kak irfan” Kata Selvi melanjutkan kata-kata gw

“Sok berani apaan maksud loe ?” Tanya irfan ke gw sambil ngelus-ngelus bahunya

“Itu tadi kak irfan langsung nyamperin suaranya” Jawab Selvi

“Eh dek, mana ada setan yang nyeret kakinya” Kata Irfan sambil cubit pipi Selvi dengan nada gemes

“Kebanyakan nonton film horor loe dek” Lanjut irfan

Obrolan berlanjut disana, siska hanya diam karena posisinya ngantuk, kayaknya dia mau tidur sendiri tapi takut, jadi lebih baik nunggu Selvi yang 1 kamar dengan siska. Diwaktu itu kita menjadi lebih akrab, kita ngobrol-ngobrol lebih banyak, saat itu gw tahu kalau Selvi, Anton, Putra, Vina, Siska, dan Giska satu fakultas dan juga 1 kelas, gw ngak heran kalau dari awal mereka sudah akrab. Saat itu juga gw tahu kalau Eni beda fakultas, dan Eni semester lebih tua dari mereka, kalau diangka, Eni semester 8, dan ada tapinya, umur Eni sama dengan mereka. sudah jelas juga kalau umur gw sama irfan terpaut 3 tahun dari mereka.

Jam menujukan 11 malam, kita akhirnya pamit berpisah ke kamar masing-masing untuk tidur. Kamar gw dan irfan hanya berisi 2 kasur kapuk lesehan dan juga dua buah bantal kapuk. kasur dan bantal juga ngak ada spreinya, jadi bener-bener polos. dikamar itu juga disediain oleh warga dua selimut bergaris hitam putih, selimut itu eksis dirumah sakit jaman gw kecil. lemari ngak ada dikamar, jadi kalau mau naruh baju atau barang pribadi harus ke tas lagi.

Didalam kamar gw ngak bisa tidur, irfan pun sama, karena kita berdua sering begadang. Dan akhirnya gw buka obrolan dengan irfan

“Fan, suasana desa ini gimana menurut loe?” Tanya gw

“Gw ngak suka suasananya” Kata irfan dengan posisi kedua tangannya menopang kepalanya

“Jadi loe ngeri ya sama suasananya kayak gw?” tanya gw

“Gw ngak ngeri atau takut, cuma ngak suka aja” Kata irfan menjawab pertanyaan gw

“Ini loe lagi sok berani ?” Tanya gw menyindir irfan

“Ngapain gw sok berani vin ?” Kata irfan sambil senyum ke gw

“______”

“Kalau misal nih ya fan, ini misal” Kata gw ke irfan yang lagi ngupil

“Kalau ketemu setan atau jin gimana?” Lanjut gw lagi

“Kalau loe sendiri gimana ?” Tanya irfan balik

“Wah ngak tahu deh fan, mungkin gw bakal lari deh” Jawab gw

“Ya sama, gw juga lari” Kata irfan tanpa ada malunya

“Tai loe !!, gw pikir loe berani” Kata gw sambil menendang irfan yang sedang tiduran

“Lha terus harus gimana tod ?!, baca doa ?!, apa sujud syukur dulu ?!” Kata irfan dengan nada tinggi

“Mana mungkin loe bakal kayak gitu, udah reflek alami orang lihat setan langsung lari!!” Lanjut irfan masih dengan nada tinggi

“Loe pikir lihat setan kayak lihat tante-tante bugil?!, langsung loe deketin terus loe sikat?!” lanjut irfan lagi

“_____”

“Udah deh fan, makan hati gw dengar omongan loe” Kata gw sambil balik badan membelakangi irfan

“_____”

Karena terlalu sepi, gw buka obrolan lagi

“Fan, lagi mikirin apa loe ?” Tanya gw pelan

“Body Selvi sama Vina” jawab Irfan PD

“Ngak sabar gw” Lanjut irfan lagi

“Sama, gw ngak sabar, mending kita sama-sama diam biar cepat ketiduran” Ajak gw ke irfan

“Oke” Jawab Irfan simpel

Malam pertama didesa tersebut berjalan tanpa ada gangguan sama sekali, gw akhirnya ketiduran karena terlalu sunyi dikamar, suara jangkrik juga membuat gw dan irfan ketiduran

NB: Untuk wanita, Pelajarilah tiap langkah-langkah gw dan irfan dicerita ini tentang bagaimana cari kesempatan ke wanita, untuk jadi acuan lebih berhati-hati jika akan KKN didesa yang masih belum maju

0 Response to "[Cerita Horor] KKN Berhantu Part 1"