[Cerita Horor] KKN Berhantu Part 14


Yang belum baca cerita awalnya bisa baca di

Hari / Malam 14

Hari ini gw terbangun karena ada suara gaduh diruang tengah, gw melihat kearah samping, ternyata Irfan sudah bangun dari tidurnya dan pergi entah kemana, gw bangun dari posisi tidur gw dan bersendar ditembok kamar, lagi-lagi gw berfikir, apalagi salah gw didesa ini hingga jin bisa menganggu, bahkan dalam waktu 2 minggu, sudah ada 4 jin yang mengganggu, apalagi 3 dari 4 jin yang menghantui berasal dari desa ini, bukan dari hutan, dimana desa ini adalah tempat kita melakukan kegiatan KKN. Setelah lama berpikir, suara gaduh masih terjadi diruang tengah, gw berdiri dan pergi untuk melihat apa yang terjadi. Diruang tengah ternyata Vina sedang ribut dengan putra karena Vina ingin ikut pergi ke kota dan menginap disana, karena besoknya anak ke 10 tiba dibandara.

Tak mau ikut campur, gw milih pergi ke dapur untuk cuci muka, dari kamar Selvi terdengar suara tangisan terisak, gw mencoba melihat ke arah kamar dan itu adalah Siska, gw bisa ngerti kenapa Siska bisa sampai depresi seperti itu, dikamar tersebut sudah ada Selvi & Giska yang mencoba menenangkan Siska, dengan gampangnya Selvi & Giska berkata “Tenang”, coba mereka juga mengalami kejadian yang dialami Siska, udah pasti posisi mereka akan menangis seperti Siska. Tanpa menyapa mereka, gw pergi ke dapur dan cuci muka, entah kenapa gw parno saat berada didapur, mengingat Irfan berkata jika melihat si merah ada didapur. Dengan cepat gw cuci muka dan meninggalkan dapur sambil melihat keadaan sekitar, sapa tahu si merah menghantui lagi, karena ngak siang ngak malam jin bisa saja menggangu.

Gw pergi keruang tengah mencari sarapan, tapi ternyata ngak ada sama sekali, bahkan segelas teh pun ngak ada diruang tengah. Diruang tengah Vina masih berdebat dengan Putra masalah pergi kekota juga menginap. Tak mau menyapa mereka, gw lanjutkan berjalan kearah teras untuk merokok. Diteras, sesekali gw melihat arah batu simerah. Tak lama, Irfan datang bersama Anton, Irfan nyamperin gw untuk ikut merokok dan Anton langsung masuk ke rumah.

“Dari mana loe ?” Tanya gw

“Dari pak kades Vin, untuk ijin ke kota beberapa hari” Kata Irfan sambil membakar rokok

“Ha ??!!, loe juga ikut ke kota ??!!” Tanya gw agak tinggi

“Kagak, nemenin Anton doank, Putra kan lagi diomelin istrinya” Kata Irfan senyum ke gw

“Bosen gw, itu itu terus yang dibahas, kayak ngak ada habisnya” Lanjut Irfan

“Loe ngak ikut ke kota ?” Tanya Irfan

Mendengar hal itu, gw tiba-tiba kepikiran untuk ikut ke kota, tapi kalau gw ikut, sama aja bohong karena ngak ada Irfan. Tapi ketakutan gw mengalahkan persahabatan gw. Dengan cepat gw berdiri dan menghampiri Anton

“Eh Dek, gw ikut ke kota ya” Kata gw

“Terus yang jaga cewek-cewek sapa mas ?, mereka ditinggal ?” Kata Anton

“Kan ada Irfan yang jaga” Kata gw 

“Cuma mas Irfan yang jaga ?” Tanya Anton berusaha mematahkan omongan gw

“Kalau gitu sama loe juga ngak papa dek” Kata gw

“Kan rumah saudara saya yang ada dikota, lagian mereka juga kenal putra”

“Jadi saya lebih nyaman kalau pergi ke kota dengan putra, dan juga mas kan ngak kenal sama anak ke 10” Lanjut Anton

Perdebatan pun berlanjut, Irfan datang menghampiri gw dan merangkul gw

“Udah sama gw aja Vin disini, kan ada gw” Kata Irfan

“Terus kenapa kalau ada loe ?, lihat setan juga bakal lari bareng” Kata gw menepis omongan Irfan

Debat kembali berlanjut, hingga pada akhirnya gw ngalah karena muak dengan kata-kata Anton yang terus memojokkan gw, hampir gw pukul Anton saat itu, tapi gw terus dipegangin Irfan, perdebatan Vina dan Putra kalah dengan perdebatan gw dengan Anton, saat itu juga, gw blacklist Anton dari kehidupan gw. Dengan kasar gw pergi meninggalkan mereka dan pergi cari angin untuk menenangkan diri gw, Irfan pun mengikuti gw yang ngak tahu gw mau pergi kemana. Ditengah jalan gw berhenti dipinggir sungai untuk menikmati udara segar. Dan irfan pun duduk disamping gw.

“Emosi ?” Kata Irfan sambil menahan tawa

“Iya lah tai, mentang-mentang dia yang punya mobil, coba dikota, udah gw tabrak dia pake mobil gw”

Irfan pun tertawa mendengar omongan gw

“Sekalian pamer mobil ya Vin ?” Kata Irfan melanjutkan tertawanya

“Gila!!, loe masih bisa ketawa ya ?!, lupa loe ama kejadian tadi malam ?!” Kata gw agak tinggi sambil memukul lengan Irfan

“Kagak, gw lagi menghibur diri” Kata Irfan masih tertawa

Gw hanya bisa mendengar Irfan melanjutkan tertawanya, mengingat kejadian tadi malam, gw berniat pergi kebapak pintar. Gw berdiri dan pergi tanpa berpamitan ke Irfan yang masih menikmati tawanya

“Kemana loe ?” Tanya Irfan

“Ke Bapak pintar” Jawab gw simpel sambil pergi meninggalkan Irfan

“OKEEE!!, gw ikut” Kata Irfan bernada tinggi

Gw dan Irfan pergi untuk menemui bapak pintar, tapi sebelum itu, Irfan ngajak gw ke salah satu rumah warga yang membuatkan Irfan bak sampah untuk prokernya, dan sampai disana, bak sampah baru jadi kurang dari setengah, dalam hati gw berkata kalau bapak yang membuat sampah terlalu malas, karena lama banget buat baknya. Irfan yang mengobrol dengan bapak tersebut, dan gw hanya diam sambil merokok. Tak lama obrolan selesai, gw dan Irfan pergi menuju ke rumah bapak pintar, dan ternyata beliau ada sedang ngobrol dengan salah seorang warga disana, tanpa rasa malu dan sungkan, gw samperin bapak pintar yang lagi asik ngobrol

“Bisa gila lama-lama saya disini pak, simerah ganggu lagi, maunya apa sih pak dia itu?! Kata gw

Bapak pintar dan warga itu hanya tersenyum melihat gw berbicara seperti itu. semakin lama bikin semakin emosi, tiap bahas jin pasti aja disambut dengan senyuman, seolah-olah itu hal sepele bagi mereka. Coba dikota gw bicara dan bercerita kalau gw diganggu jin, paling sudah gempar warga dikota dan akan menjadi gosip hangat, dan orang yang percaya jin akan sedikit ketakutan, dan orang yang ngak percaya jin akan mengira gw orang gila yang sedang nyari sensasi. Irfan tiba-tiba menepuk-nepuk pundak gw, mungkin dia melihat ekspresi emosi gw.

“Tadi malam si merah sama si bayangan ada dirumah pak” Kata Irfan membuka obrolan

“Mereka berantakin kamar teman saya, 3 orang cewek sampai teriak=teriak ketakutan, tapi anehnya ada juga yang ngak lihat simerah” Lanjut Irfan

“Ohh ya ya, Itu si merah sedang mengusir si bayangan” Kata bapak tersebut

“Memang bisa pak sampai berantakin kamar ?” Tanya Putra

“Itu lah jin, kadang kita ngak bisa mengerti kekuatan mereka seperti apa, ada yang bisa terbang”

“ada yang bisa berubah bentuk, bahkan seperti kamar kalian, tanpa memegang benda mereka bisa menggerakkan benda”

“Memang derajat manusia lebih tinggi daripada jin, tapi manusia tak punya kekuatan seperti jin” Lanjut bapak pintar mengakhiri omongannya

“Sekarang yang jadi pertanyaan saya pak” Kata gw ke bapak pintar

“Kenapa mereka harus menampakkan diri kalau memang mau berantem?, kita ikut jadi korban kalau seperti itu” Tanya gw

“Pertama si bayangan menampakkan diri untuk mengganggu kalian”

“Kedua, kata siapa si merah menampakkan diri?, buktinya ada teman kalian yang tidak melihat”

“Terus kenapa saya dan teman saya bisa lihat?” Tanya gw menyerang

“Dari awal sudah dikasih tahu, kalau simerah bisa milih kepada siapa dia mau menunjukan diri”

“Si merah memberitahu kalian, kalau jangan khawatir ada dia menjaga kalian”

“Simerah termasuk jin kuat disini, kalau mereka mau menghantui kalian, sudah dari dulu dia berbuat sepert itu, bahkan saat kalian masuk ke desa ini”

Obrolan berlanjut lagi mengenai jin, warga yang ada bersama bapak pintar hanya ikut senyum, mendengar obrolan tersebut, heran banget gw saat itu, kenapa mereka menganggap sepele masalah seperti ini, apa memang mereka sudah terbiasa dengan hal seperti ini?. Tak berselang lama, kami pun ijin pamit untuk pergi kembali kerumah, dan lagi-lagi gw ngak dapat jawaban yang memuaskan, seolah-olah memang sedang ditarik ulur. Gw merasa lama-lama bapak pintar seperti menggoda gw dan Irfan, apalagi dengan entengnya ngomong kalau kita dijaga oleh simerah. 

Dijalan kita membahas lagi tentang simerah, apa dia memang baik atau jahat tapi lagi baik, dan kita ambil kesimpulan kalau simerah jin jahat yang lagi baik. Gw ngak bisa terima omongan bapak pintar yang berkata jika simerah sedang ingin berteman, siapa sih yang mau berteman dengan jin yang rupanya hancur seperti itu.

Sampai dirumah, Anton dan putra sedang bersiap-siap, melihat hal itu gw samperin Selvi yang sedang ada didapur untuk “mencoba” memasak menggantikan Siska, saat itu Vina ada disamping Selvi kelihatan murung dan mungkin juga hampir nangis

“Dek, kamu ikut ke kota ?” Tanya gw

“Ngak kak, saya nanti yang mengawasi proker sumur & kamar mandi” Kata Selvi

“Udah kamu kasih tahu Anton untuk membeli bahan pokok untuk proker gw?” Tanya gw

“Beres kak, sudah aku kasih tahu, uangnya juga udah kok” Kata Selvi

Mendengar hal itu cukup lega hati gw, ada rasa senang sedikit karena sebentar lagi gw cabut dari desa ini dan menikmati waktu dikota, sambil menunggu hari penarikan KKN. Gw pergi meninggalkan Selvi & Vina untuk pergi ke teras, disana gw lihat Eni sedang ngobrol dengan Irfan, gw pun duduk disamping Irfan sambil menguping apa yang sedang diomongin. Dan ternyata Eni pingin ikut ke kota karena ingin menenangkan diri sebentar, tapi hari ini proker dia, jadi dia pasrah untuk tidak ikut.

“Proker diundur kan bisa dek, ntar ngomong kakak bantu ngomong ke kadestentang prokermu” Kata Irfan

Eni tetap diam dan lagi-lagi nunduk sambil bermain kuku. Saat itu risih juga ngelihatnya, karena seperti model cewek manja.

“Ntar kakak yang ngomong ke Anton biar kamu ikut” Kata Irfan

Irfan pun kedalam rumah untuk berbicara dengan Anton, Sambil menunggu Anton, Eni hanya diam dan kadang melihat kearah gw dan tersenyum, tapi gw cuek dan tak membalas senyumannya. Gw saat itu hanya memandang Eni dan berpikir kalau bagus banget Eni pergi dari desa ini, selama ini 2 jin muncul gara-gara dia, itu anggapan gw saat itu, karena memang sebenarnya gw ngak bertanya kenapa si bayangan mengganggu, dan lebih fokus ke simerah. Dari segi fisik, merah lebih mengerikan dari pada sibayangan, yang wujudnya hanya bayangan hitam, tak jauh beda dengan bayangan kita. Tak lama Irfan datang

“Udah dek sana siap-siap, habis itu kerumah pak kades buat mundurin jadwal proker” Kata Irfan

Eni tersenyum mendengar hal itu dan langsung pergi masuk ke rumah. Irfan duduk disamping gw membakar rokok dan tiba-tiba nyengir tanpa berkata sepatah katapun

“Napa loe ?” Tanya gw

“Yang mantap-mantap ditinggal Vin” Kata Irfan masih tetap nyengir ke gw

“Ha ?” Kata gw ngak ngerti omongan Irfan

“Yang pergi ke kota Anton, Putra, Siska, Giska & Eni” Kata Irfan masih dalam keadaan nyengir

“Lhooo??!!, malah Vina ditinggal ?” Tanya gw

“Iya, jangan tanya kenapa, gw juga ngak tahu” Jawab Irfan

Eni datang menghampiri Irfan karena sudah selesai bersiap, Eni minta antar ke rumah pak kades untuk bicara tentang proker yang akan diundur, saat itu Irfan mengajak gw tapi gw tolak, gw milih dirumah dan membuat mie karena belum sarapan. Melihat mereka pergi, gw masuk kedalam dan mengambil mie dikamar, didapur Selvi masih “mencoba” memasak. Tak sungkan gw minta dibuatin mie oleh Selvi, dan selvi pun mengiyakan. Gw lihat Vina bersandar dipundak Selvi dan masih kelihatan murung, itu pasti karena kecewa oleh putra.

Tak lama siang pun datang, mereka siap-siap berangkat. Vina ngak ada melepas kepergian cowoknya. Wajah bahagia terlihat dari wajah para wanita karena akan pergi meninggalkan desa ini “sementara”. Dan Pergilah mereka menuju kota, gw dan Irfan duduk diteras karena ngak tahu mau ngapain. Belum lama mereka pergi, mobil sudah menuju kembali ke rumah, tiba-tiba Anton datang ke arah Irfan

“Mas, waktu mau keluar desa, dijalan masuk desa ada mahkluk tinggi ngak ada tangannya” Kata Anton tanpa ada rasa takut sedikitpun

(Ada Part dimana sitangan muncul, dan kenapa gw menamakannya “sitangan”)

“Berdiri di tengah jalan dia mas, kayak mau menghadang” lanjut Anton

“Terus loe balik Cuma mau bilang gitu doank?” Tanya gw sinis

“Oh ngak mas, ada barangnya putra ketinggalan”

Gw pergi untuk melihat mobil yang awalnya gw pikir bakal gempar anak-anak cewek karena munculnya sitangan, tapi ngak terjadi apa-apa dengan mereka, malah membahas mau ngapain aja dikota, gw berpikir kalau mungkin mereka belum lewat, atau mungkin sudah lihat tapi ngak takut. Karena malas mikir panjang dan malas bahas jin, gw pergi masuk ke kamar dan tiduran dikamar. Selang setengah jam karena bosan, gw pergi keluar kamar, diteras Irfan, Vina & Selvi sedang ngobrol-ngobrol. Vina saat itu menjadi pendiam, mungkin karena kecewa dan mungkin juga karena kejadian tadi malam, oleh karena itu Irfan selalu mencoba melucu disela-sela obrolan.

Malam hari pun tiba, gw dan Irfan masak mie karena muak dengan masakan Selvi. Sambil memasak, kepala gw tak berhenti melihat kanan kiri, karena takut si merah bakal datang lagi. 

“Sitangan muncul akhirnya ya Vin” Kata Irfan sambil mengaduk-aduk mie

“Itu yang dari dulu gw heran Fan, kenapa mereka ganggunya gantian terus”

“Tadi mau nanya bapak pintar malah lupa, terlalu fokus sama simerah”

“Tanya sekarang aja yuk, kita kerumahnya” Kata Irfan dengan gampangnya

“Loe pikir ini jam berapa tai ?” Kata gw

“Ya gpp, sekalian refreshing nyari jin, kata Irfan nyengir”

“Loe aja sana!” Kata gw

Obrolan sederhana berlanjut diiringi suara aliran sungai dari belakang rumah, dan juga suara jangkrik. Setelah mie jadi, kita makan mie tersebut diruang tengah, sedang asiknya makan, terdengar suara rombongan orang dari luar rumah, dengan rasa penasaran gw dan irfan mencoba melihat kearah luar, ada kira-kira 7-10 orang pergi membawa sesajen dan pergi kearah hutan, sebelum masuk kehutan, mereka mampir ke tempat batu simerah dan memberi sesajen ditempat tersebut.

“Vin ikut mereka yuk” Ajak Irfan

“Ogah Fan, loe jangan macam-macam”

“Kenapa emang ?”

“Yaelah pake nanya, ntar malah loe bawa jin kerumah ini” Kata gw

Dan akhirnya Irfan memutuskan untuk ngak pergi, tak lama Selvi dan Vina pergi menemui gw dan Irfan, dan sempat melihat rombongan tersebut. Vina langsung mendekap tangan Selvi

“Lagi ngapain mereka itu kak?” Tanya Selvi ke Irfan

“Biasa, naruh sesajen” Kata Irfan

“Ngak betah gw lama-lama, mengundurkan diri aja yuk Sel dari KKN ” Kata Vina hampir menangis

Masih memaklumi gw Vina berkata seperti itu, perasaan gw ngak jauh beda sama apa yang dirasain Vina. Tapi Selvi tetap saja menenangkan Vina sambil mengelus-elus pundaknya. Irfan pun mengajak masuk kerumah, semua pintu dan jendela ditutup rapat-rapat. Kita berempat ngobrol diruang tengah ditemani oleh petromax, saat itu lebih banyak heningnya daripada ngobrolnya. Jujur saja, lampu petromax sebenarnya menambah ngeri suasana, ditambah sepinya ruangan ini, biasanya ada tawa dari Siska dan obrolan ringan Eni & Giska, dan juga ada Putra serta Anton yang hadir untuk meramaikan suasana.

Tak lama kita berempat pamit untuk tidur, dikamar gw selalu waspada dan terus melihat kearah plafon rumah yang terbuat dari bambu.

“Fan, gimana kalau simerah datang lagi” Tanya gw

“Pasrah” Kata Irfan ke gw

“Gw heran sama loe Fan, kadang takut, kadang berani, gimana sih loe ?” Tanya gw

“Tergantung posisi dan tempat gw Vin”

“Kalau sendiri gw lari, kalau ada teman yang ngak berani, ya mau ngak mau gw berani” Kata Irfan

“Paksain aja, ntar juga berani sendiri” Lanjut Irfan

Disela-sela obrolan ada sebuah momen yang gw anggap itu perbuatan si Merah, ada yang melempar sesuatu kejendela kamar gw dan Irfan, kejadian itu terjadi beberapa kali, tapi kita acuhkan saat itu, karena memang ngak mau nyari masalah baru, gw tarik selimut gw dan mencoba tidur dimalam itu, selain itu suara dari simerah terdengar jelas dari luar jendela. Tapi yang pasti malam itu, gw ngak melihat ada simerah muncul dikamar gw.

Itulah gangguan kecil yang gw alami dimalam ke 14

Bersambung Hari / Malam 15 (Teror Si Gondrong) Selvi menangis

49 Responses to "[Cerita Horor] KKN Berhantu Part 14"

  1. Replies
    1. Ditunggu aja ya ka.. kemungkinan awal bulan depan langsung semua part. jadi gak nyicil lagi. itu juga kata si penulisnya.

      Delete
    2. na sampe skarang kok belum di update ya kak part 15 sampai terahkir ??? di gantungin kah ?

      Delete
    3. na sampe skarang kok belum di update ya kak part 15 sampai terahkir ??? di gantungin kah ?

      Delete
    4. Sukses besar Bang Alvin bikin orang² penasaran,,,😄😆😆

      Delete
  2. hari ke 15 kapan? kok lama banget.

    ReplyDelete
  3. Mana sambungan nya,, preman pensiun part 3 aja udah tayang

    ReplyDelete
  4. Part 15nya ditunggu pembaca bang .. Ayooo lanjutkan yeyeyeye😊😉

    ReplyDelete
  5. Penasaran Part 15 nya...kak ALVIN 😭😭

    ReplyDelete
  6. Ditunggu lanjutannya kisah alvin sama vina wkakakakakkak
    Gokil abis ini cerita.. Apdet donk cepetan.. Ndongkol rasane nek ga diteruske...

    ReplyDelete
  7. Wah,udah setengah tahun gak ada lanjutannya,tanggung gan,update lagi donk

    ReplyDelete
  8. MANA LAGI LANJUTANNYA?? INI SUDAH MEI 2016, MASIHADA GAK ORANGNYA??

    ReplyDelete
  9. Kapan part 15 nya 😥😥

    ReplyDelete
  10. Kapan part 15 nya 😥😥

    ReplyDelete
  11. kak ayooo lanjutin.. please.. :)

    ReplyDelete
  12. part 15 nya donk,lama ya . . . ???

    ReplyDelete
  13. Maav gan baru ngasih info , mas.alvinya udah mninggal
    kcelakaan pas KKN

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius mas? Mas dapet info darimana?
      :(

      Delete
    2. Kecelakaannya kapan? :(

      Delete
    3. Beneran Gan ini gua tunggu kisahya udah berbulan bulan kok gak update yaa knpaaa gan

      Delete
    4. Ini ni yg suka bc berita hoax di bbm. Macam sampah

      Delete
    5. Kayaknya benar ini kata mas Abdul Jafar

      Delete
  14. etdaaahh ni bocah jangan asal njeplak...kecelakaan dikata...beuh

    ReplyDelete
  15. Mana ni gan part 15 nya pliss lanjutin lagi dong? Kalo engga di bikin buku aj setuju saya

    ReplyDelete
  16. Seandaiinya mas alvian kena musibah gak mungkin disaat KKN.
    Karena di "INTRO" awal cerita sudah di jelaskan kalo
    "DI ENDING, Tidak ada yang mati dan Tidak ada yang gila dalam cerita ini, seperti film-film horor yang telah kita sering nonton"

    Dan mereka berhasil menyelesaikan proker tidak sampai 90hari (totalnya 37 part plus ENDING)

    Ini saya kutip dr Intro yang di tulis sama mas alvian.

    http://m.kaskus.co.id/thread/55ae6367620881b4468b4571

    ReplyDelete
  17. mas alivin yang part selanjutnya masih di tunggu loh masih banyak yang kepo soal part berikutnya

    ReplyDelete
  18. Ayooo dong ka update.. udah pada nungguin cerita seru selanjutnya.

    ReplyDelete
  19. Ngapain di tunggu part 15 jika selama ini part 15 yg kalian tunggu2 sudah masuk menjadi salah satu bahan untuk film layar lebar yg akan tayang di bioskop2 seluruh indonesia serentak pada tanggal 13 november 2016 nanti...hampir setahun bahkan lebih setahun kalian nunggu kelanjutan dr part 15 ternyata si penulis saat ini mas alvin sedang sibuk membuat film dari cerita ini mulai dr part awal sampe akhir. ditunggu aja yaaa...

    ReplyDelete
  20. mantap ceritanya gan.sukses bikin ane merinding hehehe.serius gan mau di buat film ? mana buktinya gan ?

    ReplyDelete
  21. Kampret momen nih semaleman buat baca cerita ini tapi ending nya belum di share �� Kalo emang bener diangkat ke layar lebar ane tunggu dah mudahan sukses������������

    ReplyDelete
  22. sampe sekarang kagak update nih cerita? digantungin apa gimana?

    ReplyDelete
  23. Mana nih cerita selanjutnya, Ayok dong Di update.....

    ReplyDelete
  24. Haddeeuuhhhh, Bang Alvin lama juga ketidurannya yach???😄😄😄

    ReplyDelete
  25. Vin !
    Kelarin cerita lo.
    Perlu gw bantuin apa?

    ReplyDelete