JAWABAN AYAH-BUNDA JIKA ANAK BERTANYA SEPUTAR SEKS

JAWABAN AYAH-BUNDA

Dear Ayah Bunda, inilah JAWABAN AYAH-BUNDA JIKA ANAK BERTANYA SEPUTAR SEKS, yang penting Ayah-Bunda ketahui.


Anak kita tumbuh dan berkembang, tidak hanya fisik, namun juga psikis. Pengetahuan yang ia kumpulkan adalah hasil dari rasa curiosity atau rasa ingin tahu dan mendorongnya mengeksplorasi apapun yang ada di dunia ini, yang konkret maupun abstrak. Adapun jawaban yang harus ayah bunda berikan adalah jawaban yang benar, dimengerti, simple dan tidak membuat anak bingung. Berikut pertanyaan yg sering muncul dari anak beserta jawabannya. Saya intisarikan dari bukunya Mas Masykur Arif Rahman dengan judul "Pertanyaan-pertanyaan Anak yang Tidak Bisa Dijawab Orang Tua", diterbitkan oleh Diva Press, April 2012" dengan sedikit tambahan seperlunya.

Jawaban ayah-bunda atas pertanyaan anak yang sama atau senada, tidak selalu "tok" atau mutlak sama, silakan ber-inprovisasi secara bahasa sesuai usia, kedewasaan dan tugas perkembangan psikis anak. Ayah, bunda pastinya lebih tahu bagaimana cara menghadapi si kecil.


laki-laki dan perempuan beda

Pertanyaan 1: “Ayah, bunda, kenapa laki-laki dan perempuan beda?” 

Jawaban: “Sayang, Allah menciptakan laki-laki dan perempuan berbeda. Kenapa berbeda? Untuk saling melengkapi”

Kemudian jika anak belum puas dengan jawaban diatas? Maka tambahlah jawaban

“Sayang, kamu tahu kan ada siang dan malam. Kalau siang terus, kasihan kamu kepanasan, makanya ada malam. Begitu juga ada bunda dan ayah. Jika semua di dunia ini perempuan seperti bunda, maka siapa yang bekerja memberi makan bunda yang hamil? Jika di dunia ini hanya ada ayah saja, maka siapa yang bisa hamil?”

*Saya intisarikan dari bukunya Mas Masykur Arif Rahman dengan judul "Pertanyaan-pertanyaan Anak yang Tidak Bisa Dijawab Orang Tua", diterbitkan oleh Diva Press, April 2012"

Jawaban ayah-bunda atas pertanyaan anak yang sama atau senada, tidak selalu "tok" atau mutlak sama, silakan ber-inprovisasi secara bahasa sesuai usia, kedewasaan dan tugas perkembangan psikis anak. Ayah, bunda pastinya lebih tahu bagaimana cara menghadapi si kecil.

bayi datangnya darimana

Pertanyaan 2 : “Ayah, bunda, bayi datangnya darimana?”

Jawaban: “Sayang, bayi itu pemberian Allah, dan datangnya dari Rahim bunda, setelah mengandung 9 bulan barulah bayi lahir ke dunia” 

Kemudian jika anak bertanya bagaimana membuatnya? Maka jawablah

“Sayang, cara membuat bayi itu dengan melakukan hubungan seksual laki-laki dan perempuan yang SUDAH MENIKAH, seperti ayah dan bunda, jika sudah melakukan hubungan seksual, lalu tumbuh bayi di kandungan bunda”

*Ingat, tekankan konsep PERNIKAHAN pada anak. Agar ia tahu, dan kuat dalam alam bawah sadarnya bahwa tidak ada pernikahan berarti tidak boleh melakukan hubungan seks.

Kemudian jika anak bertanya apa hubungan seksual itu? Maka jawablah

“Sayang, hubungan seksual itu menyatukan alat kelamin laki-laki dan perempuan yang sudah menikah, tapi tidak dilakukan di tempat umum karena malu dan jorok jika dilihat orang lain”

*Saya intisarikan dari bukunya Mas Masykur Arif Rahman dengan judul "Pertanyaan-pertanyaan Anak yang Tidak Bisa Dijawab Orang Tua", diterbitkan oleh Diva Press, April 2012"

Jawaban ayah-bunda atas pertanyaan anak yang sama atau senada, tidak selalu "tok" atau mutlak sama, silakan ber-inprovisasi secara bahasa sesuai usia, kedewasaan dan tugas perkembangan psikis anak. Ayah, bunda pastinya lebih tahu bagaimana cara menghadapi si kecil.

bunda bisa hamil

Pertanyaan 3 : “Ayah, bunda, kenapa bunda bisa hamil sedangkan ayah tidak?

Jawaban: “Sayang, bunda bisa hamil karena bunda perempuan, sedangkan ayah tidak bisa hamil karena ayah laki-laki”

Kemudian jika anak belum puas dengan jawaban diatas? Maka tambahlah jawaban

“Sayang, di perut bunda ada rahim , tempat bayi tumbuh sedangkan di perut ayah tidak ada. Jadi bunda lah yang hami, dan ayah tidak hamil”. 

*Saya intisarikan dari bukunya Mas Masykur Arif Rahman dengan judul "Pertanyaan-pertanyaan Anak yang Tidak Bisa Dijawab Orang Tua", diterbitkan oleh Diva Press, April 2012"

Jawaban ayah-bunda atas pertanyaan anak yang sama atau senada, tidak selalu "tok" atau mutlak sama, silakan ber-inprovisasi secara bahasa sesuai usia, kedewasaan dan tugas perkembangan psikis anak. Ayah, bunda pastinya lebih tahu bagaimana cara menghadapi si kecil.

ciuman

Pertanyaan 4 : “Ayah, bunda, kenapa orang dewasa ciuman?

Untuk pertanyaan ini, kita analisa dulu si anak melihat adegan ciuman itu dimana dan kapan. Apakah karena melihat ayah bundanya, atau di jalanan atau lingkungan sekitar atau di televise. Jawaban itu akan memberikan ayah, bunda gambaran kedepan untuk menutup akses, supaya anak tidak melihat hal yang demikian lagi.

Jawaban: 

“Sayang, ciuman adalah tanda cinta orang yang sudah menikah tapi tidak boleh dilakukan di tempat umuym dan tidak boleh dilihat orang lain. Kalau belum menikah tidak boleh ciuman. Begitupun jika adek lihat orang ciuman, juga tidak boleh. Harus menundukkan pandangan”

*Saya intisarikan dari bukunya Mas Masykur Arif Rahman dengan judul "Pertanyaan-pertanyaan Anak yang Tidak Bisa Dijawab Orang Tua", diterbitkan oleh Diva Press, April 2012"

Jawaban ayah-bunda atas pertanyaan anak yang sama atau senada, tidak selalu "tok" atau mutlak sama, silakan ber-inprovisasi secara bahasa sesuai usia, kedewasaan dan tugas perkembangan psikis anak. Ayah, bunda pastinya lebih tahu bagaimana cara menghadapi si kecil.

bolehkah adek menikah

Pertanyaan 5 : “Ayah, bunda, bolehkah adek menikah?

Jawaban: “Sayang, adek boleh menikah jika nanti sudah besar dan dewasa”

*Saya intisarikan dari bukunya Mas Masykur Arif Rahman dengan judul "Pertanyaan-pertanyaan Anak yang Tidak Bisa Dijawab Orang Tua", diterbitkan oleh Diva Press, April 2012"

Jawaban ayah-bunda atas pertanyaan anak yang sama atau senada, tidak selalu "tok" atau mutlak sama, silakan ber-inprovisasi secara bahasa sesuai usia, kedewasaan dan tugas perkembangan psikis anak. Ayah, bunda pastinya lebih tahu bagaimana cara menghadapi si kecil.

dada bunda

Pertanyaan 6 : “Ayah, bunda, kenapa dada bunda besar, dada ade kecil?

Jika anak bertanya seperti ini, ayah-bunda jangan marah atau menudingnya jorok. Justru, ini kesempatan ayah-bunda memberikan pendidikan seksual yang sangat penting bagi buah hati.

Jawaban jika yang bertanya anak laki-laki:

“Sayang, dada bunda besar karena bunda perempuan yang sudah 30 tahun usinya (opsional sesuai fakta), adek kan laki-laki jadi dadanya kecil”

Jawaban jika yang bertanya anak perempuan: 

“Sayang, dada bunda besar karena usia bunda sudah 30 tahun (opsional sesuai fakta), usia adek kan masih 4 tahun, nanti jika sudah seusia bunda adek juga akan seperti bunda”

*Saya intisarikan dari bukunya Mas Masykur Arif Rahman dengan judul "Pertanyaan-pertanyaan Anak yang Tidak Bisa Dijawab Orang Tua", diterbitkan oleh Diva Press, April 2012"

Jawaban ayah-bunda atas pertanyaan anak yang sama atau senada, tidak selalu "tok" atau mutlak sama, silakan ber-inprovisasi secara bahasa sesuai usia, kedewasaan dan tugas perkembangan psikis anak. Ayah, bunda pastinya lebih tahu bagaimana cara menghadapi si kecil.


Nah itulah jawaban yang seharusnya di berikan kepada anak-anak.
Tulisan serta gambar diatas adalah hasil karya alvin studio, Saya sekedar memposting ulang di blog sederhana ini.

Berikut link penulis :
Facebook : Alvin.mra
Twitter : @Alvin_mr

Terimakasih, Semoga bermanfaat.
Jangan lupa Like & Share kepada teman-teman kita.

0 Response to "JAWABAN AYAH-BUNDA JIKA ANAK BERTANYA SEPUTAR SEKS"